Lihatlah rama-rama, ia cantik. Apabila pandangan kita dihiasi rama-rama, kita menjadi suka dan ceria. Hampir semua orang akan tersenyum melihat rama-rama. Ia mengindahkan alam dan menyempurnakan sekuntum bunga. Seindah mana pun bunga tanpa rama-rama mahu hinggap di situ, tentu ada sesuatu yang tidak kena.
Cubalah tangkap dan pegang rama-rama itu dengan sayapnya. Lihat apa yang
melekat di jari anda warna dan corak rama-rama itu telah berpindah ke jari-jari anda. Kemudian lepaskan kembali, ia terbang tapi lebih terbuai oleh angin. Siapa pun yang akan menangkapnya kembali tidak tertarik padanya lagi. Harganya telah tiada untuk dikagumi, disimpan mahukan diawetkan.
Rama-rama ibarat wanita. Ia indah untuk dipegang tetapi nilainya cepat turun setiap kali ada tangan- tangan yang tidak wajar hinggap pada tubuhnya. Memang fizikalnya tiada apa-apa yang kurang, tapi harga diri dan maruah telah mula tercemar.
Begitulah wanita. Ia bagaikan rama-rama yang terbang membawa corak-corak indah, apabila corak-corak itu telah pudar ia tidak dipedulikan lagi. Harga rama-rama terletak pada warna dan coraknya; harga wanita terletak pada apakah tubuhnya masih tulen tatkala dia didampingi oleh suaminya.
Rama-rama terpaksa berjuang untuk memulakan hidupnya. Dia terpaksa membebaskan diri daripada kepompong. Bukan mudah untuk keluar daripada kepompong yang mengikat itu. Sedangkan sepanjang berada di dalam kepompong tiada siapa pedulikannya, malah tatkala bergelar ulat ia lebih dibenci.
Sulitnya untuk akhirnya bergelar rama-rama. Terpaksa melalui kitaran dan evolusi bentuk. Daripada sesuatu yang menjijikan akhirnya bertukar menjadi sesuatu yang amat menyenangkan. Rama-rama adalah contoh terbaik wanita untuk sedar betapa bernilainya kehidupan mereka. Sewaktu anda dipuja, usah terlalu mabuk sebaliknya kenang-kenang kehidupan serba susah sebelum itu. Sewaktu anda digoda, dihambat dan dirayu usah terlalu mudah menyerah sebab ingatlah mereka yang bersusah payah memastikan anda dapat bangkit sebagai manusia sempurna hari ini. Anda tidak muncul sendiri, sebaliknya anda adalah lambang pengorbanan ibu bapa.
Usah jadi rama-rama yang di dalam bingkai gambar indah dipandang tetapi diri sendiri menanggung beban. Hiduplah dengan bebas dan terjemahkan kebebasan itu kepada nilai-nilai murni yang perlu dipertahankan. Hak anda ialah memelihara kehormatan. Selama mana anda memelihara kehormatan dan maruah diri anda berada pada terbaik, sebaik sahaja anda tidak peduli kepada siapa maruah itu hendak diberikan, anda sudah kehilangan masa depan.
Kalaulah rama-rama tahu dia cantik dan sentiasa memukau penglihatan manusia, dia tentu tidak mudah-mudah terbang ke sana sini. Sebab setiap kali ia mengibarkan sayapnya, ia sentiasa terdedah pada bahaya. Namun rama-rama tidak pernah tahu dia itu indah dan sentiasa menjadi sasaran manusia. Jika anda tidak pernah tahu kewanitaan anda itu adalah sasaran terpenting sang penceroboh, anda ibarat rama-rama yang tidak sedar diintai bahaya.
Mahalkan harga diri anda. Semakin sukar anda dimiliki semakin mahal nilai anda di sisi lelaki. Lelaki perosak hanya inginkan kuasa memiliki tetapi tidak mahu setia apalagi memelihara dan melindungi anda.
Usah terperangkap ke dalam tangan yang hanya akan meleraikan warna-warna anda. Setelah warna- warna itu hilang anda dibiarkan. Jadilah wanita angun yang punya nilai dan maruah diri, anda akan lebih dihormati.
Nilai anda bukan terletak pada berapa ramai lelaki yang ingin memiliki anda tetapi berapa ramai yang benar-benar sanggup menyintai anda. Cinta itu terjemahan pada kasih sayang dan belaian sayang penuh ikhlas. Selama mana anda belum menemuinya anggaplah diri anda masih berhak terbang bebas bagaikan sang rama-rama.
Jadilah rama-rama yang mengindahkan alam, jadilah wanita yang membanggakan semua orang.
01 Mac 2011
Doa seorang akhawat
Ya Allah…Jadikanlah aku seorang wanita yang sholehah…Yang hatinya dibalut rasa taqwa kepada-Mu…
Yang jiwanya penuh penghayatan terhadap dien-Mu..
Yang senantiasa haus dengan ibadah kepada-Mu..
Yang senantiasa dahaga akan mengharap ridho-Mu….
Yang tidak pernah takut untuk berkata benar….
Yang tidak pernah gentar untuk melawan nafsu…
Yang senantiasa bersama bersama para mujahiddah-Mu…
Jadikan aku seorang wanita yang sholehah…
Yang dapat menjaga tutur katanya…
Yang tidak bermegah dengan ilmu yang dimilikinya…
Yang tidak bermegah dengan harta dunia yang didapatnya…
Yang senantiasa berbuat kebajikan karena sifat penyayangnya…Yang mempunyai banyak sahabat dan tidak memiliki musuh...
Jadikanlah aku seorang wanita sholehah…
Yang menghormati suaminya…
Yang senantiasa berbakti kepada orang tua dan keluarga…
Yang bakal menjaga kerukunan rumah tangga…
Yang akan mendampingi suami dalam mendidik anak-anaknya untuk mendalami islam..
Yang mengamalkan hidup penuh kesederhanaan…
Karena dunia baginya adalah rumah sementara menuju akhirat…Jadikanlah aku wanita sholehah…
Yang selalu menjaga lisan,penyayang keluarga dan suaminya kelak…Suaranya selalu mengumandangkan dzikir…
Tidurnya lelap dengan cahaya keimanan…
Bangunnya subuh penuh kesigapan…
Karena sadar betapa indahnya menjadi wanita sholehah melebihi perhiasan apapun di dunia…
Semakin sadar bertambah usianya bertambah kematangannya…
Jadikan aku wanita sholehah…
Yang senantiasa mengabdikan diri untuk menjadi mujahiddah-Mu…Yang baginya hidup di dunia adalah ladang akhirat.
Yang mana buah kehidupan itu perlu dipelihara dan dijaga…
Agar tumbuh putik tunas yang bakal menjaga dirinya di hari akhir nanti…
Meneruskan pejuang islam sebelum hari kemudian…
Jadikanlah aku wanita sholehah…
Yang tidak terpesona dengan buaian dunia…
Karena aku memimpikan surga-Mu…Amin..Amin..
Ya Robbal ‘alamin…
Yang jiwanya penuh penghayatan terhadap dien-Mu..
Yang senantiasa haus dengan ibadah kepada-Mu..
Yang senantiasa dahaga akan mengharap ridho-Mu….
Yang tidak pernah takut untuk berkata benar….
Yang tidak pernah gentar untuk melawan nafsu…
Yang senantiasa bersama bersama para mujahiddah-Mu…
Jadikan aku seorang wanita yang sholehah…
Yang dapat menjaga tutur katanya…
Yang tidak bermegah dengan ilmu yang dimilikinya…
Yang tidak bermegah dengan harta dunia yang didapatnya…
Yang senantiasa berbuat kebajikan karena sifat penyayangnya…Yang mempunyai banyak sahabat dan tidak memiliki musuh...
Jadikanlah aku seorang wanita sholehah…
Yang menghormati suaminya…
Yang senantiasa berbakti kepada orang tua dan keluarga…
Yang bakal menjaga kerukunan rumah tangga…
Yang akan mendampingi suami dalam mendidik anak-anaknya untuk mendalami islam..
Yang mengamalkan hidup penuh kesederhanaan…
Karena dunia baginya adalah rumah sementara menuju akhirat…Jadikanlah aku wanita sholehah…
Yang selalu menjaga lisan,penyayang keluarga dan suaminya kelak…Suaranya selalu mengumandangkan dzikir…
Tidurnya lelap dengan cahaya keimanan…
Bangunnya subuh penuh kesigapan…
Karena sadar betapa indahnya menjadi wanita sholehah melebihi perhiasan apapun di dunia…
Semakin sadar bertambah usianya bertambah kematangannya…
Jadikan aku wanita sholehah…
Yang senantiasa mengabdikan diri untuk menjadi mujahiddah-Mu…Yang baginya hidup di dunia adalah ladang akhirat.
Yang mana buah kehidupan itu perlu dipelihara dan dijaga…
Agar tumbuh putik tunas yang bakal menjaga dirinya di hari akhir nanti…
Meneruskan pejuang islam sebelum hari kemudian…
Jadikanlah aku wanita sholehah…
Yang tidak terpesona dengan buaian dunia…
Karena aku memimpikan surga-Mu…Amin..Amin..
Ya Robbal ‘alamin…
Doa seorang akhawat
Ya Allah…Jadikanlah aku seorang wanita yang sholehah…Yang hatinya dibalut rasa taqwa kepada-Mu…+
Yang jiwanya penuh penghayatan terhadap dien-Mu..
Yang senantiasa haus dengan ibadah kepada-Mu..
Yang senantiasa dahaga akan mengharap ridho-Mu….
Yang tidak pernah takut untuk berkata benar….
Yang tidak pernah gentar untuk melawan nafsu…
Yang senantiasa bersama bersama para mujahiddah-Mu…
Jadikan aku seorang wanita yang sholehah…
Yang dapat menjaga tutur katanya…
Yang tidak bermegah dengan ilmu yang dimilikinya…
Yang tidak bermegah dengan harta dunia yang didapatnya…
Yang senantiasa berbuat kebajikan karena sifat penyayangnya…Yang mempunyai banyak sahabat dan tidak memiliki musuh...
Jadikanlah aku seorang wanita sholehah…
Yang menghormati suaminya…
Yang senantiasa berbakti kepada orang tua dan keluarga…
Yang bakal menjaga kerukunan rumah tangga…
Yang akan mendampingi suami dalam mendidik anak-anaknya untuk mendalami islam..
Yang mengamalkan hidup penuh kesederhanaan…
Karena dunia baginya adalah rumah sementara menuju akhirat…Jadikanlah aku wanita sholehah…
Yang selalu menjaga lisan,penyayang keluarga dan suaminya kelak…Suaranya selalu mengumandangkan dzikir…
Tidurnya lelap dengan cahaya keimanan…
Bangunnya subuh penuh kesigapan…
Karena sadar betapa indahnya menjadi wanita sholehah melebihi perhiasan apapun di dunia…
Semakin sadar bertambah usianya bertambah kematangannya…
Jadikan aku wanita sholehah…
Yang senantiasa mengabdikan diri untuk menjadi mujahiddah-Mu…Yang baginya hidup di dunia adalah ladang akhirat.
Yang mana buah kehidupan itu perlu dipelihara dan dijaga…
Agar tumbuh putik tunas yang bakal menjaga dirinya di hari akhir nanti…
Meneruskan pejuang islam sebelum hari kemudian…
Jadikanlah aku wanita sholehah…
Yang tidak terpesona dengan buaian dunia…
Karena aku memimpikan surga-Mu…Amin..Amin..
Ya Robbal ‘alamin…
Yang jiwanya penuh penghayatan terhadap dien-Mu..
Yang senantiasa haus dengan ibadah kepada-Mu..
Yang senantiasa dahaga akan mengharap ridho-Mu….
Yang tidak pernah takut untuk berkata benar….
Yang tidak pernah gentar untuk melawan nafsu…
Yang senantiasa bersama bersama para mujahiddah-Mu…
Jadikan aku seorang wanita yang sholehah…
Yang dapat menjaga tutur katanya…
Yang tidak bermegah dengan ilmu yang dimilikinya…
Yang tidak bermegah dengan harta dunia yang didapatnya…
Yang senantiasa berbuat kebajikan karena sifat penyayangnya…Yang mempunyai banyak sahabat dan tidak memiliki musuh...
Jadikanlah aku seorang wanita sholehah…
Yang menghormati suaminya…
Yang senantiasa berbakti kepada orang tua dan keluarga…
Yang bakal menjaga kerukunan rumah tangga…
Yang akan mendampingi suami dalam mendidik anak-anaknya untuk mendalami islam..
Yang mengamalkan hidup penuh kesederhanaan…
Karena dunia baginya adalah rumah sementara menuju akhirat…Jadikanlah aku wanita sholehah…
Yang selalu menjaga lisan,penyayang keluarga dan suaminya kelak…Suaranya selalu mengumandangkan dzikir…
Tidurnya lelap dengan cahaya keimanan…
Bangunnya subuh penuh kesigapan…
Karena sadar betapa indahnya menjadi wanita sholehah melebihi perhiasan apapun di dunia…
Semakin sadar bertambah usianya bertambah kematangannya…
Jadikan aku wanita sholehah…
Yang senantiasa mengabdikan diri untuk menjadi mujahiddah-Mu…Yang baginya hidup di dunia adalah ladang akhirat.
Yang mana buah kehidupan itu perlu dipelihara dan dijaga…
Agar tumbuh putik tunas yang bakal menjaga dirinya di hari akhir nanti…
Meneruskan pejuang islam sebelum hari kemudian…
Jadikanlah aku wanita sholehah…
Yang tidak terpesona dengan buaian dunia…
Karena aku memimpikan surga-Mu…Amin..Amin..
Ya Robbal ‘alamin…
20 Februari 2011
suamiku orang tabligh
Eja merenung jauh di balik tirai jendela rumahnya. Permandangan di luar rumah sungguh mendamaikan. Dia bersyukur ke hadrat Ilahi kerana menempatkan dirinya tinggal di kawasan kampung..baginya kehidupan di kampung lebih tenang berbanding hiruk pikuk kehidupan di bandar. Tiba-tiba hatinya merasa sebak. Tika ini dia bersendirian di rumah mengenangkan suaminya yg sedang khuruj ke jalan Allah selama 3 hari.
***********************************
“Eja,mak ada berita nak sampaikan kat Eja ni..” beritahu mak suatu hari di waktu kami sedang bersarapan.
“Apa dia mak,lain macam jer bunyinya..”Eja memandang wajah ibunya. Sejak ayahnya meninggal,ibunyalah tempat dia mencurahkan kasih sayang dan bergantung harap. Sayangnya dia pada ibunya tidak bertepi. Dia sanggup bersusah payah demi melihat ibunya gembira.
“Semalam,masa kamu pergi tadika,ada Badrul dan ibubapanya datang jumpa mak. Dia nak merisik kamu. Kalau kamu terima,3 bulan lagi majlis perkahwinan dan nikah akan dijalankan”beritahu mak lagi.
“Hah!..Badrul anak pak Hashim tu ke mak. Yang keje kat kilang hujung kampung kita tuh?”Eja agak terkejut bercampur teruja.
“Ha’ah..dialah.sapa lagi..”
Hati Eja berbunga. Dia sebenarnya memang menaruh hati pada Badrul. Badrul,seorang pemuda lulusan kejuruteraan dari UTM. Bekerja sebagai jurutera di kilang kampung ini,berwatakan sederhana,berkopiah sentiasa di kepala dengan janggut yang sejemput, berpakaian kurta dan berseluar slack, mencerminkan identiti islamiknya. Manakala Eja gadis kampung lulusan STPM,dan bekerja sebagai guru tadika berdekatan rumahnya. Apapun dia seorang yang memelihara diri dan maruah. Menutup aurat yang sempurna seperti mana yang disyariatkan Allah. Sudah tentu dengan niali-nilai Islam yang diterapkan ibu padanya menyebabkan hidupnya terpelihara dari perkara-perkara yang tidak baik.
“Arghh..alangkah gembiranya seandainya aku dapat memiliki Si Badrul.”bisik hati kecil Eja.
“Heh Eja,dengar tak apa mak cakap ni!.”sergah mak selepas melihat aku mengelamun seketika.
“Aah..aa..dengar mak. Ala mak ni,ikut makla. Kalau mak tarima,Ejapun terima juga. Mana yang baik bagi mak,baikla juga bagi Eja.”Eja tersenyum penuh makna memandang wajah ibunya.
****************************
“Eja sayang. Eja gembira tak kita dah jadi suami isteri.” soal Badrul sebaik mereka sah menjadi suami isteri.
“Mestilah gembira. Lelaki idaman yang Eja impikan menjadi kenyataan.”jawab Eja tersipu malu.
“Sebenarnya Eja pun wanita pujaan abang. Bila pertama kali jumpa Eja,hati abang berdegup kencang. Apatah lagi bila lihat Eja pergi tadika perpakaian jubah dan bertudung labuh. Sejuk hati melihatnya.”bagitahu Badrul berterus terang pada isterinya.
“Yeker..tima kasih bang. Eja harap abang sudi bimbing diri Eja ni jadi isteri dan wanita solehah” jawab Eja.
“InsyaAllah sayang. Bukanke dalam al-Quran ada kata wanita yang baik untuk lelaki yang baik,dan wanita yang jahat untuk lelaki yang jahat”
Eja tersenyum memandang wajah suaminya..hatinya kini sudah dimiliki oleh insan yang didambakan selama ini.
*********************
Pulang dari kerja,Eja menyambut Badrul dengan bersalam dan mencium tangan suaminya dengan hati yang gembira. Dia menatap wajah suaminya yang agak kepenatan.
“Banyak kerja ke bang,letih jer nampaknya..”tanya Eja pada suaminya.
“A’ah sayang. Keje kat kilang tu melambak-lambak. Lagi pula,kilang abang bulan depan kena shutdown.lagila sibuk”jelas Badrul semula.
“Oh..gituker..”Eja tersenyum memandang suaminya.
Setelah menukar pakaian, mereka berdua menikmati minuman petang. Erm,air kopi habbatussauda’ dengan kuih karipap.
“Sedap kuih ni,pandai Eja buat yek. Kalau makan sedap-sedap camni..gemukla abang”
“Ala abang ni..biasa je kuih tu..pandai-pandai je abang ni” Eja mencubit lengan suaminye kerana usikan itu.
“ Ni abang nak bagitahu ni,esok abang nak kuar 3 hari tau.”
“Esok ke bang?.kalu tak kuar tak bleh ke..sunyilah Eja abang takde 3 hari ni” Saja Eja bertanya begitu. Dia memang tahu,sejak berkahwin dengan Badrul,setiap bulan memang wajib suaminya keluar dakwah selama 3 hari.
“Yelah sayang..dah lupaker?”
“Ermm..ingatlaa..saja jer tanya,”
Sebenarnya Eja berat hati nak bagi suaminya keluar. Usia perkahwinan mereka baru 4 bln. Seharusnya waktu yang ada dihabiskan bersama-sama kerana mereka berdua masih dalam proses mengenali antara satu dengan lain. Dia sendiri pun masih tak faham dengan usaha dakwah dan tabligh. Hatinya sedikit memberontak bila mengetahui Badrul terlibat dlm usaha ini..Apatah lagi rata-rata kawannya memandang negatif dengan usaha tabligh ni.
Memang dia akui Badrul seorang suami yang taat pada perintahNya. Solah lima waktu berjemaah di masjid adalah wajib baginya. Tiada istilah lelaki solah di rumah. Amalan tahajjud,tilawah al-quran dan zikir merupakan amalan hariannya. Dan yang pasti bila berbicara terserlah ilmu agama yang dimilikinya. Lantas, Eja seharusnya bersyukur dengan Allah atas kurniaan ini. Cuma dia masih cuak dengan kerja dakwah ini. Perluke buat kerja ni di zaman moden dan teknologi seperti sekarang ni. Kenapa tak dakwah guna radio ke, buku ke, tv ke, Internet ke, macam ustaz atau penceramah agama buat sekarang ni. Arghh..Eja terkeliru..bingung..sememangnya dia terlalu baru untuk memahami susur galur perjuangan dakwah tabligh ni.
********************************
Suatu malam Eja dan Badrul berbicara tentang usaha dakwah dan tabligh ni.
“Sayang,apa yang sayang tahu pasal jemaah tabligh ni?” tanya Badrul pada isteri tercinta sambil membelai ubun-ubun isterinya.
“Entahla bang. Yang Eja tahu,orang kata tabligh ni suka tinggal anak bini berbulan-bulan. Tak bagi nafkah zahir batin kat keluarga.” Jawab Eja jujur.
Badrul tergelak mendengar jawapan isterinya. Itulah manusia menilai sesuatu dari luar tanpa mahu memahami isi dalamnya.
“Eja sayang,cuba Eja fikir,orang tabligh je ker yang tinggal anak bini. Habis tu,orang zaman sekarang ni, yang pergi kursus, outstation, pastu ada yang kerja kat pelantar minyak,sebulan di laut sebulan di darat, ada pula yang suami sambung belajar bertahun di luar negara, cam tu tak pe pulak, takde pun orang nak pertikaikan. Cuba Eja renung firman dalam al-quran yang mafhumNya:
"Katakanlah: jika bapa-bapamu,anak-anakmu, saudara-saudaramu, isteri-isterimu, kaum kerabatmu, harta benda yang kamu usahakan, dan perniagaan yang kamu takut kerugiannya, serta tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai dari Allah, rasulNya, dan jihad di jalan Allah maka tunggulah olehmu, sehingga Allah mendatangkan seksaanNya,.." (At-taubah:24)
"Erm,betul juga kata abang.entahlah, Eja pun tak tahula bang. Eja sendiri pun baru nak belajar mengenali dakwah tablligh ni.”
“Sebenarnya uasaha dakwah ni kerja nabi, Ejakan tahu macammana nabi, baginda adalah kekasih Allah. Sanggup bersusah payah nak dakwahkan kalimah tauhid ni,kena ejek, kena baling batu sampai berdarah,kena lempar dengan najis,jumpa orang rumah ke rumah,lorong ke lorong,semata-mata nak ajak manusia kembali kepada Allah,supaya dapat hakikat Lailahaillallah, tidak menyembah makhluk tapi menyembah Allah yang Esa. Kita ni umat akhir zaman. Allah jadikan kita sebaik-baik umat,kan dalam al-quran ada kata:
“Kamu sebaik2 umat, yang telah dilahirkan bagi faedah manusia,(kerana) kamu menyuruh berbuat segala perkara yang baik dan melarang daripada perkara yang salah” (Ali-imran:110)…”
Usaha yang kita lakukan sekarang ni hanya 10% sahaja berbanding usaha sahabat sahabiyah dahulu, mereka sanggup korban diri, harta, anak bini, semata-mata nak syahid di jalan Allah, semata-mata nak tengok kalimah Allah tertegak di atas muka bumi ini. Sebab tu mereka ni di dunia lagi Allah taala telah redha pada mereka dan menjanjikan syurga utk mereka. Lagipun sayang, abang tinggal Eja ni bukan kat padang pasir seperti Siti Hajar dan Ismail yang di tinggalkan Ibrahim. Mereka lagilah, kena tinggal tanpa sekarang asbab untuk mereka hidup,takde rumah,makanan dan tempat tinggal,tiada jiran-jiran,tapi sebab redha dengan perintah Allah dan sebab dakwah, Nabi Ibrahim rela melakukannya. Eja ni abang tinggal, duduk dalam rumah yang selesa,cukup peralatan rumahnya,keperluan dah abang sediakan…takkan camtu pun tak sanggup lagi. Habis..Eja nak abang berkepit duduk bawah ketiak Eja 24 jam. Camtuh?”Badrul sengaja mengenakan isterinya sambil mencubit hujung hidung isterinya yang mancung itu.
“Bukanla sampai macamtu bang. Cuma Eja cemburu, orang lain, bila suami balik kerja, ada kat umah sampai malam,pastu bleh main ngan anak-anaknya,sembahyang pun kat rumah berjemaah dengan isteri dan anak-anak. Aada masa bermesra ngan keluarga. Tapi abang,balik kerja rehat sebentar,pastu pukul enam lebih dah nak kena pergi ghastla,mesyuaratla,malam markazla..kalu hari Isnin hingga Khamis memang tak merasa abang ada waktu petang. Balik pun lewat malam.”Eja menerangkan situasi yang sedang dilalui ini.
“Itulah namanya lima amal masjid. Yang kita kena keluar 3hari,40hari,4 bulan tu, untuk kita belajar buat kerja nabi,untuk wujudkan suasana iman dan amal dalam berdakwah,dan bila balik,Medan perjuangan kita adalah dengan menghidupkan lima amal masjid ni. Fikir harian atau mesyuarat harian, pastu khususi orang tertentu kena bagi masa dua jam setengah,pastu buat taklem di rumah dan masjid,kena ziarah kat kampung sendiri dan kampung jiran dan setiap bulan keluar 3 hari dengan membawa jemaah yang baru. Lima amal masjid ni merupakan amalan masjid Nabawi, yang mana sahabat buat untuk dakwahkan Islam. Sebab tu sekarang ni,kita nak belajar bagi masa untuk agama,dunia dan akhirat kena seimbang. Duniakan jambatan untuk akhirat..cuba kita tengok jambatan.mana ada orang bina rumah ke,istana ke kat atas jambatan. Orang nak memancing atas jambatan pun di larang tau.” Terang Badrul panjang lebar sambil melirik mata pada isterinya.
“ Takpelah bang. Eja cuba belajar memahami kerja dakwah dan tabligh ni. Walaupun sukar tapi Eja akan berusaha untuk mengatasinya”
“Camtulah isteri abang yang cantik jelita ni. Nanti abang bawa Eja jumpa ahlia karkun kat kampung ni. Hah,ahlia cikgu Abas tu,dia dah banyak pengalaman keluar masturat tau. Blehla Eja belajar daripada ahlianya.dan lagi Eja bleh berkenalan dengan ahlia karkun bila pergi taklem mingguan masturat nanti. Jangan lupa beri tasykil untuk keluar masturat 3 hari,yerk!” Eja tersenyum memandang suaminya.
“InsyaAllah bang” jawab Eja.
*************************************
Eja tersedar dari lamunannya. Dia mengesat airmatanya yang mengalir di pipi. Sesungguhnya dia hanya manusia biasa yang lemah untuk menghadapi mehnah ini,mungkin dia terlalu berharap Badrul menjadi hak milik mutlaknya. Tetapi dia lupa,bahawa manusia ini adalah pinjaman sebagaimana firman Allah:
“ Sesungguhnya Allah telah membeli pada orang mukmin itu dirinya dan hartanya dengan memberikan syurga untuk mereka” (At-Taubah:111)
Dia harus kuat dan sabar. Dunia ini hanya pinjaman dan akhirat juga yang kekal abadi. Kalau di dunia ini ada pangkat,harta,darjat tapi tidak mengamalkan agama dalam kehidupan,sudah tentu semuanya sia-sia sahaja.
“Yeah,aku harus kuat,kuat untuk memperoleh keredhaan Allah. Biarkan manusia yang tidak faham dan tidak mahu mengerti usaha dakwah dan tabligh ini. Tapi aku akan sentiasa berdoa semoga Allah istiqomah dan kekalkan aku,suami dan generasiku hingga hari akhirat dalam usaha ini, dan semoga Allah bagi kefahaman pada mereka yang memandang serong,membenci atau menghina kerja ini. Ameen” bisik hati Eja.
TAMAT
***********************************
“Eja,mak ada berita nak sampaikan kat Eja ni..” beritahu mak suatu hari di waktu kami sedang bersarapan.
“Apa dia mak,lain macam jer bunyinya..”Eja memandang wajah ibunya. Sejak ayahnya meninggal,ibunyalah tempat dia mencurahkan kasih sayang dan bergantung harap. Sayangnya dia pada ibunya tidak bertepi. Dia sanggup bersusah payah demi melihat ibunya gembira.
“Semalam,masa kamu pergi tadika,ada Badrul dan ibubapanya datang jumpa mak. Dia nak merisik kamu. Kalau kamu terima,3 bulan lagi majlis perkahwinan dan nikah akan dijalankan”beritahu mak lagi.
“Hah!..Badrul anak pak Hashim tu ke mak. Yang keje kat kilang hujung kampung kita tuh?”Eja agak terkejut bercampur teruja.
“Ha’ah..dialah.sapa lagi..”
Hati Eja berbunga. Dia sebenarnya memang menaruh hati pada Badrul. Badrul,seorang pemuda lulusan kejuruteraan dari UTM. Bekerja sebagai jurutera di kilang kampung ini,berwatakan sederhana,berkopiah sentiasa di kepala dengan janggut yang sejemput, berpakaian kurta dan berseluar slack, mencerminkan identiti islamiknya. Manakala Eja gadis kampung lulusan STPM,dan bekerja sebagai guru tadika berdekatan rumahnya. Apapun dia seorang yang memelihara diri dan maruah. Menutup aurat yang sempurna seperti mana yang disyariatkan Allah. Sudah tentu dengan niali-nilai Islam yang diterapkan ibu padanya menyebabkan hidupnya terpelihara dari perkara-perkara yang tidak baik.
“Arghh..alangkah gembiranya seandainya aku dapat memiliki Si Badrul.”bisik hati kecil Eja.
“Heh Eja,dengar tak apa mak cakap ni!.”sergah mak selepas melihat aku mengelamun seketika.
“Aah..aa..dengar mak. Ala mak ni,ikut makla. Kalau mak tarima,Ejapun terima juga. Mana yang baik bagi mak,baikla juga bagi Eja.”Eja tersenyum penuh makna memandang wajah ibunya.
****************************
“Eja sayang. Eja gembira tak kita dah jadi suami isteri.” soal Badrul sebaik mereka sah menjadi suami isteri.
“Mestilah gembira. Lelaki idaman yang Eja impikan menjadi kenyataan.”jawab Eja tersipu malu.
“Sebenarnya Eja pun wanita pujaan abang. Bila pertama kali jumpa Eja,hati abang berdegup kencang. Apatah lagi bila lihat Eja pergi tadika perpakaian jubah dan bertudung labuh. Sejuk hati melihatnya.”bagitahu Badrul berterus terang pada isterinya.
“Yeker..tima kasih bang. Eja harap abang sudi bimbing diri Eja ni jadi isteri dan wanita solehah” jawab Eja.
“InsyaAllah sayang. Bukanke dalam al-Quran ada kata wanita yang baik untuk lelaki yang baik,dan wanita yang jahat untuk lelaki yang jahat”
Eja tersenyum memandang wajah suaminya..hatinya kini sudah dimiliki oleh insan yang didambakan selama ini.
*********************
Pulang dari kerja,Eja menyambut Badrul dengan bersalam dan mencium tangan suaminya dengan hati yang gembira. Dia menatap wajah suaminya yang agak kepenatan.
“Banyak kerja ke bang,letih jer nampaknya..”tanya Eja pada suaminya.
“A’ah sayang. Keje kat kilang tu melambak-lambak. Lagi pula,kilang abang bulan depan kena shutdown.lagila sibuk”jelas Badrul semula.
“Oh..gituker..”Eja tersenyum memandang suaminya.
Setelah menukar pakaian, mereka berdua menikmati minuman petang. Erm,air kopi habbatussauda’ dengan kuih karipap.
“Sedap kuih ni,pandai Eja buat yek. Kalau makan sedap-sedap camni..gemukla abang”
“Ala abang ni..biasa je kuih tu..pandai-pandai je abang ni” Eja mencubit lengan suaminye kerana usikan itu.
“ Ni abang nak bagitahu ni,esok abang nak kuar 3 hari tau.”
“Esok ke bang?.kalu tak kuar tak bleh ke..sunyilah Eja abang takde 3 hari ni” Saja Eja bertanya begitu. Dia memang tahu,sejak berkahwin dengan Badrul,setiap bulan memang wajib suaminya keluar dakwah selama 3 hari.
“Yelah sayang..dah lupaker?”
“Ermm..ingatlaa..saja jer tanya,”
Sebenarnya Eja berat hati nak bagi suaminya keluar. Usia perkahwinan mereka baru 4 bln. Seharusnya waktu yang ada dihabiskan bersama-sama kerana mereka berdua masih dalam proses mengenali antara satu dengan lain. Dia sendiri pun masih tak faham dengan usaha dakwah dan tabligh. Hatinya sedikit memberontak bila mengetahui Badrul terlibat dlm usaha ini..Apatah lagi rata-rata kawannya memandang negatif dengan usaha tabligh ni.
Memang dia akui Badrul seorang suami yang taat pada perintahNya. Solah lima waktu berjemaah di masjid adalah wajib baginya. Tiada istilah lelaki solah di rumah. Amalan tahajjud,tilawah al-quran dan zikir merupakan amalan hariannya. Dan yang pasti bila berbicara terserlah ilmu agama yang dimilikinya. Lantas, Eja seharusnya bersyukur dengan Allah atas kurniaan ini. Cuma dia masih cuak dengan kerja dakwah ini. Perluke buat kerja ni di zaman moden dan teknologi seperti sekarang ni. Kenapa tak dakwah guna radio ke, buku ke, tv ke, Internet ke, macam ustaz atau penceramah agama buat sekarang ni. Arghh..Eja terkeliru..bingung..sememangnya dia terlalu baru untuk memahami susur galur perjuangan dakwah tabligh ni.
********************************
Suatu malam Eja dan Badrul berbicara tentang usaha dakwah dan tabligh ni.
“Sayang,apa yang sayang tahu pasal jemaah tabligh ni?” tanya Badrul pada isteri tercinta sambil membelai ubun-ubun isterinya.
“Entahla bang. Yang Eja tahu,orang kata tabligh ni suka tinggal anak bini berbulan-bulan. Tak bagi nafkah zahir batin kat keluarga.” Jawab Eja jujur.
Badrul tergelak mendengar jawapan isterinya. Itulah manusia menilai sesuatu dari luar tanpa mahu memahami isi dalamnya.
“Eja sayang,cuba Eja fikir,orang tabligh je ker yang tinggal anak bini. Habis tu,orang zaman sekarang ni, yang pergi kursus, outstation, pastu ada yang kerja kat pelantar minyak,sebulan di laut sebulan di darat, ada pula yang suami sambung belajar bertahun di luar negara, cam tu tak pe pulak, takde pun orang nak pertikaikan. Cuba Eja renung firman dalam al-quran yang mafhumNya:
"Katakanlah: jika bapa-bapamu,anak-anakmu, saudara-saudaramu, isteri-isterimu, kaum kerabatmu, harta benda yang kamu usahakan, dan perniagaan yang kamu takut kerugiannya, serta tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai dari Allah, rasulNya, dan jihad di jalan Allah maka tunggulah olehmu, sehingga Allah mendatangkan seksaanNya,.." (At-taubah:24)
"Erm,betul juga kata abang.entahlah, Eja pun tak tahula bang. Eja sendiri pun baru nak belajar mengenali dakwah tablligh ni.”
“Sebenarnya uasaha dakwah ni kerja nabi, Ejakan tahu macammana nabi, baginda adalah kekasih Allah. Sanggup bersusah payah nak dakwahkan kalimah tauhid ni,kena ejek, kena baling batu sampai berdarah,kena lempar dengan najis,jumpa orang rumah ke rumah,lorong ke lorong,semata-mata nak ajak manusia kembali kepada Allah,supaya dapat hakikat Lailahaillallah, tidak menyembah makhluk tapi menyembah Allah yang Esa. Kita ni umat akhir zaman. Allah jadikan kita sebaik-baik umat,kan dalam al-quran ada kata:
“Kamu sebaik2 umat, yang telah dilahirkan bagi faedah manusia,(kerana) kamu menyuruh berbuat segala perkara yang baik dan melarang daripada perkara yang salah” (Ali-imran:110)…”
Usaha yang kita lakukan sekarang ni hanya 10% sahaja berbanding usaha sahabat sahabiyah dahulu, mereka sanggup korban diri, harta, anak bini, semata-mata nak syahid di jalan Allah, semata-mata nak tengok kalimah Allah tertegak di atas muka bumi ini. Sebab tu mereka ni di dunia lagi Allah taala telah redha pada mereka dan menjanjikan syurga utk mereka. Lagipun sayang, abang tinggal Eja ni bukan kat padang pasir seperti Siti Hajar dan Ismail yang di tinggalkan Ibrahim. Mereka lagilah, kena tinggal tanpa sekarang asbab untuk mereka hidup,takde rumah,makanan dan tempat tinggal,tiada jiran-jiran,tapi sebab redha dengan perintah Allah dan sebab dakwah, Nabi Ibrahim rela melakukannya. Eja ni abang tinggal, duduk dalam rumah yang selesa,cukup peralatan rumahnya,keperluan dah abang sediakan…takkan camtu pun tak sanggup lagi. Habis..Eja nak abang berkepit duduk bawah ketiak Eja 24 jam. Camtuh?”Badrul sengaja mengenakan isterinya sambil mencubit hujung hidung isterinya yang mancung itu.
“Bukanla sampai macamtu bang. Cuma Eja cemburu, orang lain, bila suami balik kerja, ada kat umah sampai malam,pastu bleh main ngan anak-anaknya,sembahyang pun kat rumah berjemaah dengan isteri dan anak-anak. Aada masa bermesra ngan keluarga. Tapi abang,balik kerja rehat sebentar,pastu pukul enam lebih dah nak kena pergi ghastla,mesyuaratla,malam markazla..kalu hari Isnin hingga Khamis memang tak merasa abang ada waktu petang. Balik pun lewat malam.”Eja menerangkan situasi yang sedang dilalui ini.
“Itulah namanya lima amal masjid. Yang kita kena keluar 3hari,40hari,4 bulan tu, untuk kita belajar buat kerja nabi,untuk wujudkan suasana iman dan amal dalam berdakwah,dan bila balik,Medan perjuangan kita adalah dengan menghidupkan lima amal masjid ni. Fikir harian atau mesyuarat harian, pastu khususi orang tertentu kena bagi masa dua jam setengah,pastu buat taklem di rumah dan masjid,kena ziarah kat kampung sendiri dan kampung jiran dan setiap bulan keluar 3 hari dengan membawa jemaah yang baru. Lima amal masjid ni merupakan amalan masjid Nabawi, yang mana sahabat buat untuk dakwahkan Islam. Sebab tu sekarang ni,kita nak belajar bagi masa untuk agama,dunia dan akhirat kena seimbang. Duniakan jambatan untuk akhirat..cuba kita tengok jambatan.mana ada orang bina rumah ke,istana ke kat atas jambatan. Orang nak memancing atas jambatan pun di larang tau.” Terang Badrul panjang lebar sambil melirik mata pada isterinya.
“ Takpelah bang. Eja cuba belajar memahami kerja dakwah dan tabligh ni. Walaupun sukar tapi Eja akan berusaha untuk mengatasinya”
“Camtulah isteri abang yang cantik jelita ni. Nanti abang bawa Eja jumpa ahlia karkun kat kampung ni. Hah,ahlia cikgu Abas tu,dia dah banyak pengalaman keluar masturat tau. Blehla Eja belajar daripada ahlianya.dan lagi Eja bleh berkenalan dengan ahlia karkun bila pergi taklem mingguan masturat nanti. Jangan lupa beri tasykil untuk keluar masturat 3 hari,yerk!” Eja tersenyum memandang suaminya.
“InsyaAllah bang” jawab Eja.
*************************************
Eja tersedar dari lamunannya. Dia mengesat airmatanya yang mengalir di pipi. Sesungguhnya dia hanya manusia biasa yang lemah untuk menghadapi mehnah ini,mungkin dia terlalu berharap Badrul menjadi hak milik mutlaknya. Tetapi dia lupa,bahawa manusia ini adalah pinjaman sebagaimana firman Allah:
“ Sesungguhnya Allah telah membeli pada orang mukmin itu dirinya dan hartanya dengan memberikan syurga untuk mereka” (At-Taubah:111)
Dia harus kuat dan sabar. Dunia ini hanya pinjaman dan akhirat juga yang kekal abadi. Kalau di dunia ini ada pangkat,harta,darjat tapi tidak mengamalkan agama dalam kehidupan,sudah tentu semuanya sia-sia sahaja.
“Yeah,aku harus kuat,kuat untuk memperoleh keredhaan Allah. Biarkan manusia yang tidak faham dan tidak mahu mengerti usaha dakwah dan tabligh ini. Tapi aku akan sentiasa berdoa semoga Allah istiqomah dan kekalkan aku,suami dan generasiku hingga hari akhirat dalam usaha ini, dan semoga Allah bagi kefahaman pada mereka yang memandang serong,membenci atau menghina kerja ini. Ameen” bisik hati Eja.
TAMAT
Izinkan daku,melamarmu..
Ya ALLAH.
Izinkanlah daku melamar cinta dan redhaMU.
Walaupun sudah berjuta kali aku sentiasa buat silap padaMU.
Namun percayalah.
Walaupun hati ini tidak sempurna dalam menyintaiMU,
Namun pada dasar hatiku,
Aku amat-amat perlukanMU.
Amat-amat perlu akan cinta dan rinduMU.
Ya ALLAH.
Jadikanlah daku wanita solehah yang diredhaiMU.
Jadikanlah aku persis Siti Khatijah,
Isteri solehah kesayangan Rasulullah.
Kurniakanlah padaku sifat anak solehah seperti Fatimah
Wanita mukminah yang hanya harapkan syurgaMU
iaitu Asiah.
Wanita yang taat dan patuh akan ketentuanMU,
Maryam
Dan kurniakanlah padaku,kecerdikkan dalam menuntut ilmu dunia akhiratMU,
seperti Aisyah r.a
dan peluklah cintaku agar menjadi seperti seorang wanita sufi yang begitu menyintaiMU
Rabiatuladawiyah..
Izinkanlah aku memiliki ciri-ciri wanita syurga ini,
Ya ALLAH.
Amin ya rabbal alamin.
Izinkanlah daku melamar cinta dan redhaMU.
Walaupun sudah berjuta kali aku sentiasa buat silap padaMU.
Namun percayalah.
Walaupun hati ini tidak sempurna dalam menyintaiMU,
Namun pada dasar hatiku,
Aku amat-amat perlukanMU.
Amat-amat perlu akan cinta dan rinduMU.
Ya ALLAH.
Jadikanlah daku wanita solehah yang diredhaiMU.
Jadikanlah aku persis Siti Khatijah,
Isteri solehah kesayangan Rasulullah.
Kurniakanlah padaku sifat anak solehah seperti Fatimah
Wanita mukminah yang hanya harapkan syurgaMU
iaitu Asiah.
Wanita yang taat dan patuh akan ketentuanMU,
Maryam
Dan kurniakanlah padaku,kecerdikkan dalam menuntut ilmu dunia akhiratMU,
seperti Aisyah r.a
dan peluklah cintaku agar menjadi seperti seorang wanita sufi yang begitu menyintaiMU
Rabiatuladawiyah..
Izinkanlah aku memiliki ciri-ciri wanita syurga ini,
Ya ALLAH.
Amin ya rabbal alamin.
Surat seorang Ikhwan buat semua Wanita Suci
Wanita suci,
Mungkin aku memang tak romantis, karena kau tak mengenalku
dan tak perlu mengenalku…
Bagiku kau bukan bunga, tak mampu aku samakanmu dengan bunga-bunga terindah dan terharum sekalipun
Bagiku manusia adalah mahluk terindah, tersuci dan tertinggi
Bagiku kau salah satu manusia terindah, tersuci, dan tertinggi, karenanya kau tak membutuhkan persamaan…
Wanita suci,
Jangan pernah biarkan aku menatapmu penuh, karena itu akan membuatku mengingatmu
Berarti memenuhi kepalaku dengan inginkanmu
Berimbas pada tersusunnya gambarmu dalam tiap dinding khayalku
Membuatku inginkanmu sepenuh hati, seseluruh jiwa, sesemangat mentari
Kasihani dirimu jika harus hadir dalam khayalku yang masih penuh lumpur, dirimu terlalu suci…
Wanita suci,
Berdua menghabiskan waktu denganmu bagaikan mimpi tak berujung, ada ingin tapi tak ada henti
Menyentuhmu merupakan ingin diri, berkelebat selalu, meski ujung penutupmupun tak berani kusentuh
Jangan pernah kalah oleh mimpi dan inginku, karena sucimu, indahmu kau pertaruhkan
Mungkin kau tak peduli, tapi kau hanya akan menjadi wanita biasa di hadapanku bila kau kalah,
Tak lebih dari wanita biasa
Wanita suci,
Jangan pernah kau tatapku penuh, bahkan kau tak perlu lirikkan matamu untuk melihatku
Bukan karena aku terlalu indah, tapi karena aku seorang manipulator
Aku biasa memakaikan topeng keindahan pada wajah burukku, mengenakan pakaian sutera emas
Meniru laku para rahib, meski hatiku lebih kotor dari kubangan lumpur
Kau memang suci, tapi masih sangat mungkin kau termanipulasi
karena toh kau hanya manusia -hanya wanita- meskipun kau wanita suci
Wanita suci,
Beri sepenuh diri pada dia sang lelaki suci yang sepenuh diri bawamu pada Allah
Untuknya dirimu ada, kata otakku, terukir dalam kitab suci tak perlu pikir lagi
Tunggu sang lelaki suci menjemputmu dalam rangkaian khitbah dan akad
Atau kejar sang lelaki suci, itu adalah hakmu seperti yang dicontohkan ibunda Khadijah
Jangan ada ragu, jangan ada malu, semua terukir dalam kitab suci
Wanita suci,
Bariskan harapmu pada istikharah sepenuh arti ikhlas
Relakan Allah pilihkan lelaki suci bagimu, mungkin sekarang atau nanti, bahkan mungkin tak ada sampai kau mati
Mungkin itu berarti dirimu terlalu suci untuk semua lelaki di alam permainan saat ini
Mungkin lelaki suci itu menantimu di istana kekalmu yang kau bangun dengan seluruh kekhusyu’an ibadahmu
Wanita Suci,
Pilihan Allah tak selalu seindah inginmu, tapi itulah inginNya, tak ada yang lebih baik dari pilihanNya
Mungkin kebaikan itu bukan pada lelaki terpilih itu
Melainkan pada jalan yang kau pilih
Seperti kisah Ummu Sulaim di masa lalu yang meminta keislaman sebagai mahar pernikahan
Atau mungkin kebaikan itu terletak pada keikhlasanmu menerima putusan sang Kekasih tertinggi
Kekasih tempat kita menerima cinta yang tak terhingga dalam tiap detik hidup kita
Mungkin aku memang tak romantis, karena kau tak mengenalku
dan tak perlu mengenalku…
Bagiku kau bukan bunga, tak mampu aku samakanmu dengan bunga-bunga terindah dan terharum sekalipun
Bagiku manusia adalah mahluk terindah, tersuci dan tertinggi
Bagiku kau salah satu manusia terindah, tersuci, dan tertinggi, karenanya kau tak membutuhkan persamaan…
Wanita suci,
Jangan pernah biarkan aku menatapmu penuh, karena itu akan membuatku mengingatmu
Berarti memenuhi kepalaku dengan inginkanmu
Berimbas pada tersusunnya gambarmu dalam tiap dinding khayalku
Membuatku inginkanmu sepenuh hati, seseluruh jiwa, sesemangat mentari
Kasihani dirimu jika harus hadir dalam khayalku yang masih penuh lumpur, dirimu terlalu suci…
Wanita suci,
Berdua menghabiskan waktu denganmu bagaikan mimpi tak berujung, ada ingin tapi tak ada henti
Menyentuhmu merupakan ingin diri, berkelebat selalu, meski ujung penutupmupun tak berani kusentuh
Jangan pernah kalah oleh mimpi dan inginku, karena sucimu, indahmu kau pertaruhkan
Mungkin kau tak peduli, tapi kau hanya akan menjadi wanita biasa di hadapanku bila kau kalah,
Tak lebih dari wanita biasa
Wanita suci,
Jangan pernah kau tatapku penuh, bahkan kau tak perlu lirikkan matamu untuk melihatku
Bukan karena aku terlalu indah, tapi karena aku seorang manipulator
Aku biasa memakaikan topeng keindahan pada wajah burukku, mengenakan pakaian sutera emas
Meniru laku para rahib, meski hatiku lebih kotor dari kubangan lumpur
Kau memang suci, tapi masih sangat mungkin kau termanipulasi
karena toh kau hanya manusia -hanya wanita- meskipun kau wanita suci
Wanita suci,
Beri sepenuh diri pada dia sang lelaki suci yang sepenuh diri bawamu pada Allah
Untuknya dirimu ada, kata otakku, terukir dalam kitab suci tak perlu pikir lagi
Tunggu sang lelaki suci menjemputmu dalam rangkaian khitbah dan akad
Atau kejar sang lelaki suci, itu adalah hakmu seperti yang dicontohkan ibunda Khadijah
Jangan ada ragu, jangan ada malu, semua terukir dalam kitab suci
Wanita suci,
Bariskan harapmu pada istikharah sepenuh arti ikhlas
Relakan Allah pilihkan lelaki suci bagimu, mungkin sekarang atau nanti, bahkan mungkin tak ada sampai kau mati
Mungkin itu berarti dirimu terlalu suci untuk semua lelaki di alam permainan saat ini
Mungkin lelaki suci itu menantimu di istana kekalmu yang kau bangun dengan seluruh kekhusyu’an ibadahmu
Wanita Suci,
Pilihan Allah tak selalu seindah inginmu, tapi itulah inginNya, tak ada yang lebih baik dari pilihanNya
Mungkin kebaikan itu bukan pada lelaki terpilih itu
Melainkan pada jalan yang kau pilih
Seperti kisah Ummu Sulaim di masa lalu yang meminta keislaman sebagai mahar pernikahan
Atau mungkin kebaikan itu terletak pada keikhlasanmu menerima putusan sang Kekasih tertinggi
Kekasih tempat kita menerima cinta yang tak terhingga dalam tiap detik hidup kita
PoHon SyuHaDa

Jagalah dirimu dari api neraka dengan bersedekah walaupun dengan separuh biji kurma dan kalau tidak dapat, maka dengan kata-kata yang baik.
(Muttafaqun 'alaih)
Ahad, 5 Ogos 2007
Pohon Para Syuhada Di Bint Jbeil, Nama Baru Untuk Bint Jbeil:“Ibukota Yang Dipenuhi Keajaiban Allah”(Bint Jbeil- Ratusan para pelawat terus menyerbu Bint Jbeil, sebuah bandar di Selatan Lebanon yang digelar sebagai sebuah ibukota kepada Perjuangan Islam, datang daripada seluruh pelusuk Lebanon dan dunia untuk menyaksikan sendiri ‘Pohon Para Syuhada’, sebatang pohon yang dipotong pada tahun 2005 dan dipamerkan di dalam dewan utama bandar itu sebagai mengingati para pejuang yang telah syahid dalam peperangan dengan Israel)
Pada hari Rabu, 1 Ogos 2007, pohon tersebut mengejutkan penduduk-penduduk bandar tersebut apabila dedaunan hijau semulajadi tumbuh daripada dahan-dahannya. Dahan-dahan itu juga dikelilingi oleh titisan-titisan yang harum baunya yang keluar daripada sebuah garisan keretakan yang secara tiba-tiba wujud pada pohon tersebut.Pohon tersebut dipenuhi dengan kepingan-kepingan kayu kecil yang terukir nama-nama para syuhada di atasnya dan ia dicat dengan warna coklat gelap, sebagai simbolik kepada warna tanah di kawasan itu yang telah menyerap darah-darah para syuhada.
Selepas perang dengan Israel pada Julai 2006 yang lepas, sejumlah 43 lagi kepingan kayu tersebut ditambah pada pohon itu yang terukir di atasnya nama-nama para syuhada yang syahid dalam peperangan yang terbaru itu.Para penduduk bandar tersebut merasa sangat kagum apabila mendapati jumlah dedaunan yang tumbuh daripada dahan-dahan tersebut jumlahnya adalah 43 helai.Minggu ini, Bint Jbeil mengenang semula jasa-jasa para syuhada tersebut yang mengorbankan jiwa mereka setahun yang lalu dalam peperangan dengan Israel .
Waktu di mana kejadian ini berlaku adalah dianggap sebagai keajaiban daripada Allah sebagai sanjungan kepada para syuhada tersebut."Pada malam Sabtu yang lalu, kami menganjurkan sebuah majlis sambutan untuk meraikan kemenangan dalam perang setahun yang lalu," kata seorang penduduk."Kami tempat duduknya di dalam dewan itu, beliau menanyakan tentang pohon itu dan melihatnya dengan penuh hormat setelah Haji Selim Bazzi (seorang yang terhormat di bandar itu) menerangkan kepadanya mengenai idea monumen berkenaan dan bagaimana ia dibuat.
Tiada sebarang daun pun yang kelihatan pada waktu itu. Segalanya adalah seperti biasa".Para imigran Lebanon telah menempah tiket-tiket penerbangan daripada Amerika, Kanada dan Australia , sementara yang lain daripada kawasan-kawasan yang berlainan di Afrika dan rantau Teluk, telah mula memenuhi bandar ini untuk melihat sendiri monumen itu.“Bint Jbeil telah digelar sebagai Ibukota Perjuangan dan Pembebasan, ibu kepada para syuhada dan sebuah kota para pelaksana revolusi,” komen daripada penduduk yang lain, “Kini ia mempunyai nama yang baru : Ibukota Yang Dipenuhi Keajaiban Allah. Semoga Allah melimpahkan rahmatnya ke atas bandar yang suci ini dan para syuhadanya serta para pejuangnya dan semoga Allah merahmati sesiapa sahaja yang mempunyai sebuah hati yang murni dan yang mahu mengambil pengajaran daripadanya.Allaahu Akbar!Selawat!!!Isnin, 6 Ogos 2007Keajaiban Pokok Ini Adalah Satu Anugerah Allah Untuk Seluruh Manusia Sebagai Petunjuk Kepada Ketinggian Darjat Dan Maqam Para Syuhada Di Bint Jbeil Yang Sanggup Menyabung Nyawa Mereka Untuk Menghadapi Kezaliman Israel di Lebanon...Allaahu Akbar!!!
Langgan:
Catatan (Atom)
